Pada tanggal 9 Juni 2020, BKTF kembali menggelar kegiatan knowledge sharing secara daring kepada seluruh pengurus dan anggotanya. Namun, mulai sharing knowledge yang ketujuh ini, BKTF mulai membuka kesempatan untuk para mahasiswa, alumni dan masyarakat umum yang bukan/belum menjadi anggota untuk ikut serta dalam sharing knowledge ini melalui bantuan para alumni dan afiliasi kampus-kampus di Indonesia.Yang istimewa pada knowledge sharing kali ini adalah pemateri yang merupakan Direktur Jendral SDPPI (Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika), Bapak Dr. Ir. Ismail MT. Pada tanggal 9 Juni 2020, BKTF kembali menggelar kegiatan knowledge sharing secara daring kepada seluruh pengurus dan anggotanya. Namun, mulai sharing knowledge yang ketujuh ini, BKTF mulai membuka kesempatan untuk para mahasiswa, alumni dan masyarakat umum yang bukan/belum menjadi anggota untuk ikut serta dalam sharing knowledge ini melalui bantuan para alumni dan afiliasi kampus-kampus di Indonesia.Yang istimewa pada knowledge sharing kali ini adalah pemateri yang merupakan Direktur Jendral SDPPI (Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika), Bapak Dr. Ir. Ismail MT.

Pak Ismail, yang saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Telkom Tbk, membawakan materi yang sangat menarik yaitu Tantangan dan Peluang Pengembangan 5G dan Internet of Things (IoT) di Indonesia. Pada kesempatan kali ini pula, total peserta yang mengikuti kegiatan knowledge sharing secara daring melalui aplikasi Zoom ini mencapai lebih dari 100 orang karena tingginya antusiasme dari para pengurus, anggota, dan peserta yang hadir. 

Pada bagian pertama knowledge sharingnya, Pak Ismail membahas mengenai komersialisasi 5G yang saat ini sudah dimulai di negara-negara maju di seluruh dunia dan menurut riset yang dilakukan beberapa lembaga, pada 2025 nanti 18% koneksi dunia sudah memanfaatkan teknologi 5G. 5G sendiri adalah istilah untuk generasi kelima teknologi mobile broadband. Teknologi 5G memiliki kemampuan-kemampuan teknis yang melampaui teknologi 4G dari sisi data rate, latency, masifnya konektivitas IoT, efisiensi spektrum, mobility, dan lain sebagainya. Dampaknya, 5G dapat membuka lebih banyak kesempatan, peluang bisnis, dan kebermanfaatan. Di Indonesia sendiri sudah dilakukan pendekatan ekosistem 5G melalui ICT building books yang terdiri dari security, regulation, dan digital talent yang akan memberikan pengaruh positif bagi sektor-sektor penting di Indonesia seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, manufaktur, logistik, dan transportasi.

Lebih lanjut, Pak Ismail cukup banyak tantangan pengembangan 5G yang akan dihadapi oleh Indonesia dan memerlukan perhatian serius dan pemerintah dan seluruh stakeholders dunia ICT seperti : investasi merata di semua lini infrastruktur, fiberisasi backhaul dan yang terpenting adalah aspek pendanaan (investasi) yang mana memerlukan biaya yang besar. Pemerintah melalui Kementrian Kominfo sendiri telah mempersiapkan beberapa hal dalam rangka pengembangan teknologi 5G di antaranya : Menyiapkan Kebijakan Strategis melalui Permen, UU, dan turunannya, Mempersiapkan Infrastruktur 5G dengan melibatkan juga peran BUMN dan swasta, Menyusun Ekosistem 5G, serta Mengawal Kebijakan Implementasi 5G nantinya.

Kunci pengembangan 5G di Indonesia sendiri menurut beliau mencakup 4 hal yaitu Timing to Market yang tepat, Mendorong Infrastructure Sharing, Model bisnis yang inovatif, serta Kolaborasi dan Perluasan antarperusahaan telco.

Di bagian akhir presentasinya, Pak Ismail juga memaparkan mengenai potensi pemanfaatan IoT terutama untuk BUMN-BUMN di Indonesia. Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh GSMA, penghematan yang dapat dilakukan oleh BUMN jika mengimplementasikan IoT dapat mencapai 5% dengan nilai trilyunan rupiah. pemerintah sendiri telah melakukan banyak upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan IoT di antaranya dukungan regulasi yang bersifat mendorong seperti Frekuensi Izin Kelas, Persyaratan teknis LPWA baik seluler dan non seluler; serta dukungan fasilitas untuk menumbuhkan ekosistem secara cepat seperti hands on workshop, competition & exhibition, dan inkubasi.

Di bagian akhir, Pak Ismail menyampaikan bahwa saat ini Kementrian Kominfo telah menyusun roadmap dan kerangka pembangunan SDM Digital untuk menyiapkan SDM indonesia dalam menyongsong ekonomi digital melalui Digital Leadership Academy, Digital Talent Scholarship, dan Gerakan Nasional Literasi Digital.

Ketua BKTF, Ir. Edi Leksono M.Eng, PhD, mengapresiasi kegiatan knowledge sharing bersama Dirjen SDPPI Kemenkominfo ini yang terbukti menarik minat banyak peserta hingga mencapai lebih dari 100 orang. Materi yang disajikan pun sangat strategis dan berguna bagi para stakeholder, pelaku usaha, serta masyarakat luas. Terlebih lagi, keahlian Teknik Fisika sendiri juga dibutuhkan dalam dunia ICT serta sudah banyak alumni-alumni nya yang mengambil bagian dalam industri ICT. Beliau berharap antusiasme civitas akademika Teknik Fisika dan masyarakat luas terhadap knowledge sharing yang dilakukan BKTF ini dapat terus dijaga sebagai sarana pengembangan diri dan silaturahmi sesama alumni. Materi sharing session dapat diunduh di laman berikut. https://drive.google.com/file/d/1qh-jdAX2rC7JeRAUEi4AUUYjoleCM57T/view?usp=sharing